Negara-Negara Terkuat dalam Kompetisi Bobsleigh Dunia

Negara-Negara Terkuat dalam Kompetisi Bobsleigh Dunia. Bobsleigh tetap jadi ajang di mana kekuatan nasional diukur dari medali Olimpiade, gelar dunia, dan poin World Cup. Di musim 2024-2025 yang baru saja usai, Jerman mempertahankan dominasinya dengan sapuan kemenangan, sementara Amerika Serikat dan Kanada terus mengejar di lintasan es. Dengan Kejuaraan Dunia 2025 di Lake Placid yang baru saja digelar, kompetisi semakin sengit menjelang Olimpiade 2026. Negara-negara ini tidak hanya unggul di nomor pria dan wanita, tapi juga dalam pengembangan talenta muda. BERITA VOLI

Jerman: Mesin Medali yang Tak Terkalahkan: Negara-Negara Terkuat dalam Kompetisi Bobsleigh Dunia

Jerman adalah raja bobsleigh, dengan catatan 16 gelar dunia Francesco Friedrich saja sudah melebihi total banyak negara lain. Di World Cup 2024-2025, Friedrich meraih kemenangan di dua-man dan empat-man, diikuti Johannes Lochner yang ambil perak di Kejuaraan Dunia Lake Placid. Di sisi wanita, Lisa Buckwitz juara monobob secara keseluruhan, sementara Laura Nolte sapu bersih dua-wanita dan monobob Eropa keempatnya.

Keunggulan Jerman datang dari infrastruktur: lintasan di Winterberg dan Altenberg jadi laboratorium pelatihan, plus dukungan federasi yang sistematis. Mereka ambil 70% podium World Cup musim lalu, termasuk emas di semua disiplin Kejuaraan Dunia 2024. Friedrich, dengan enam gelar berturut-turut di empat-man, sudah pensiun dari target baru, tapi generasi muda seperti Buckwitz siap lanjutkan dominasi.

Amerika Serikat: Kembali ke Puncak dengan Kemenangan Rumah: Negara-Negara Terkuat dalam Kompetisi Bobsleigh Dunia

Amerika Serikat bangkit kuat di 2025, terutama di Lake Placid yang jadi tuan rumah Kejuaraan Dunia. Kaysha Love raih emas monobob pertama bagi tuan rumah, sementara Kaillie Humphries—juara Olimpiade 2022—kembali ke podium setelah absen karena kelahiran anak. Di pria, tim empat-man mereka finis konsisten top-5, didukung Mystique Ro dan Austin Florian yang ambil medali skeleton campuran.

Program AS fokus pada transisi atlet, seperti Humphries dari Kanada, dan investasi di Lake Placid sejak 1932. Di World Cup, mereka ambil podium di enam dari delapan balapan, dengan Love unggul di monobob. Musim ini, AS naik ke peringkat dua secara keseluruhan, siap tantang Jerman di Olimpiade 2026 yang lintasannya mirip.

Kanada dan Swiss: Pengchallenger Konsisten

Kanada, dengan Humphries sebagai ikon sebelum pindah, tetap kuat di dua-wanita dan empat-man. Di 2024-2025, mereka raih perunggu di Lake Placid dan podium reguler di World Cup, berkat lintasan Whistler yang legendaris. Fokus mereka pada power start membuat dorongan awal sering kalahkan favorit.

Swiss, penemu olahraga ini di St. Moritz sejak 1880-an, unggul di lintasan alami. Mereka ambil perak empat-man di Kejuaraan Dunia 2025 dan podium di enam World Cup. Nino Zurbruegg dan timnya andalkan pengalaman Alpen untuk kecepatan tinggi, meski kalah jumlah medali dari Jerman. Kanada dan Swiss sering isi posisi tiga besar, jaga persaingan tetap hidup.

Kesimpulan

Jerman tetap tak tergoyahkan sebagai superpower bobsleigh, tapi AS tunjukkan momentum baru dengan kemenangan domestik, sementara Kanada dan Swiss jaga tradisi sebagai pengganggu. Dengan 38 negara ikut Kejuaraan Dunia 2025, olahraga ini semakin global, tapi puncak tetap dikuasai empat ini. Menjelang Olimpiade Milano Cortina 2026, persaingan akan lebih ketat—bukan hanya soal kecepatan, tapi adaptasi di lintasan baru. Bobsleigh dunia kini bukan milik satu negara, tapi Jerman masih pegang kemudi.

BACA SELENGKAPNYA DI...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *