Sistem Penilaian dan Format Pertandingan Paralympic Tennis
Sistem Penilaian dan Format Pertandingan Paralympic Tennis. Sistem penilaian dan format pertandingan Paralympic tennis mengikuti aturan tenis konvensional dengan penyesuaian minimal untuk keadilan bagi atlet kursi roda. Skor dasar, set, dan tie-break hampir identik, sementara perbedaan utama seperti two-bounce rule membuat permainan lebih strategis. Di Paralimpiade dan turnamen internasional hingga akhir 2025, format ini menjamin kompetisi intens dengan rally panjang. Memahami sistem ini membantu penonton maupun pemain menghargai skill tinggi yang ditampilkan, dari placement akurat hingga manuver cepat di kursi roda. INFO CASINO
Sistem Penilaian Dasar: Sistem Penilaian dan Format Pertandingan Paralympic Tennis
Penilaian Paralympic tennis sama persis dengan tenis biasa: poin dihitung 15-30-40, lalu game jika unggul dua poin saat deuce (40-40). Advantage diberikan jika satu pemain mencapai poin setelah deuce, dan game dimenangkan dengan selisih dua poin. Set dimenangkan dengan enam game, minimal selisih dua (misalnya 6-4), jika tidak maka lanjut hingga selisih tercapai.
Saat 6-6, tie-break dimainkan: first to 7 poin dengan selisih dua. Tie-break ini berlaku di setiap set, termasuk deciding set di singles. Servis bergantian, fault jika bola tidak masuk service box, dan let jika menyentuh net tapi masuk area sah. Sistem ini sederhana tapi menuntut konsistensi tinggi, karena kesalahan kecil bisa ubah momentum.
Format Pertandingan Singles dan Doubles: Sistem Penilaian dan Format Pertandingan Paralympic Tennis
Pertandingan umumnya best of three sets, baik singles maupun doubles, kecuali variasi di beberapa turnamen. Di singles Open (pria/wanita) dan Quad, semua set penuh dengan tie-break jika perlu, termasuk set ketiga. Di doubles, sering first two sets normal, tapi deciding set pakai match tie-break first to 10 poin dengan selisih dua, untuk hemat waktu dan energi.
Paralimpiade pakai format knockout: singles draw hingga 64 pemain, doubles lebih kecil. Semi-final loser main bronze match, winner ke gold final. Kategori Open terpisah pria/wanita, Quad campuran gender. Format ini membuat setiap match krusial, dengan durasi rata-rata 1-2 jam, tergantung rally panjang akibat two-bounce rule.
Perbedaan Khusus dan Pengaruhnya
Perbedaan utama tetap two-bounce rule: bola boleh pantul dua kali sebelum kembali, pantul pertama wajib di dalam garis. Ini beri waktu ekstra bergerak, buat rally lebih defensif dan strategis. Servis boleh satu dorongan kursi roda sebelum pukul, server harus stationary dulu.
Kursi roda dihitung bagian tubuh, jadi touch net dengan roda sama fault-nya. Pengaruhnya: permainan lebih lambat tapi taktis, fokus placement dan spin daripada power mentah. Di Quad, adaptasi seperti raket terikat tangan tambah variasi.
Kesimpulan
Sistem penilaian Paralympic tennis dengan skor standar dan tie-break, dipadukan format best of three sets, menjaga esensi tenis sambil akomodasi atlet kursi roda. Two-bounce rule dan adaptasi kecil jadi pembeda utama yang tingkatkan strategi dan inklusivitas. Di akhir 2025, format ini terus buktikan olahraga ini kompetitif dan menghibur, dengan pertandingan penuh ketangguhan. Pada akhirnya, sistem ini bukan penyederhanaan, tapi cara cerdas membuat tenis accessible bagi semua tanpa hilang intensitas sejati.

